Calon Bupati Bangkalan Soroti Kesenjangan Pendidikan Di Bangkalan

Calon Bupati Bangkalan Soroti Kesenjangan Pendidikan Di Bangkalan

Calon Bupati Bangkalan saat bertemu ribuan warga (maduracorner.com)

Suramadupost.com – Kesenjangan pendidikan antara desa dan kota di Kabupaten Bangkalan masih sangat terlihat. Terutama masalah penempatan guru yang berstatus sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS). Demikian hal tersebut disinggung oleh calon Bupati Bangkalan Farid Alfauzi saat menghadiri silaturahmi antar tokoh masyarakat di Desa Parseh, Kecamatan Socah belum lama ini.

Menurut Farid, penempatan tenaga pengajar yang tidak merata itu, dinilai menjadi salah satu penyebab kualitas pendidikan di desa jauh tertinggal dibandingkan di wilayah kota. Karena itu perlu ada terobosan baru agar kualitas menjadi seimbang.

“Banyak para guru yang berdiam di kota. Sekolah di kota guru PNS bisa ada tiga, empat bahkan sampai lima orang. Sedangkan di desa hanya dikasih satu orang,” terang Farid dinukil dari maduracorner.com.

Calon nomor urut 1 ini menjelaskan, bahwa pemerataan dan kesejahteraan guru perlu mendapat perhatian serius agar dunia pendidikan di Bangkalan bisa berkembangan signifikan. Ke depan jangan sampai terjadi kesenjangan antara kota dan desa.

“Ketika guru baik yang di desa maupun di kota sudah dapat diberdayakan, maka akan membawa kemajuan bagi pendidikan,” imbuh Farid.

Saat berbicara di hadapan ribuan masyarakat, Farid menjelaskan selain tenaga pengajar yang tidak merata, sarana dan prasarana sekolah di pedesaan juga sangat memprihatinkan. Semestinya, fasilitas di semua sekolah tidak dibeda-bedakan.

“Jika saya terpilih jadi bupati, semua sekolah akan mendapat perlakuan yang sama. Di kota maupun di desa sama saja,” janjinya.

 

Dipost Oleh Donay Leandro

Post Terkait

Tinggalkan Komentar