International Peace Day di Sumenep Dihadiri Presiden Jokowi

International Peace Day di Sumenep Dihadiri Presiden Jokowi
Sumenep, - Presiden RI, Joko Widodo memperingati perayaan Hari Perdamaian Internasional 2017 di Pondok Pesantren Annuqayah Sumenep, Jawa Timur. Wahid Foundation promotor kegiatan tersebut,  bekerja sama dengan UN Women, Kantor Staf Presiden akan memperingati  Perayaan ini selama dua hari yakni pada tanggal 7 dan 8 Oktober 2017.
 
 
 
Menurut informasi, selain akan dihadiri langsung Direktur Wahid Foundation, Yenny Wahid (putri KH. Abdurrahman Wahid). Terdapat sejumlah kegiatan yang digelar oleh Wahid Foundation dan UN Women terhadapap kelompok perempuan yang terlibat dalam program ini.
 
 
"Diantaranya adalah peningkatan kapasitas anggota perempuan capacity building," Demikian disampaikan Media and Campaign Senior Officer Wahid Foundation, Khoirul Anam M.A melalui siaran pers. 
 
 
Peningkatan kapasitas ini dilakukan melalui diskusi dengan ratusan perwakilan kelompok perempuan penerima manfaat program ini, yang berasal dari tiga provinsi yang berbeda; Jawa Barat (Di kabupaten Bogor dan Depok), Jawa Tengah (Solo dan Klaten) dan Jawa Timur (Kabupaten Malang dan Sumenep).
 
 
"Program pemberdayaan komunitas perempuan yang dinamai “Perempuan berdaya, Komunitas Damai”, secara umum memiliki sejumlah tujuan yang ingin disasar," sambungnya.
 
 
Tujuan tersebut meliputi, untuk mendeteksi peran perempuan dalam mempromosikan kegidupan bersama yang damai. Menunjukkan peran perempuan pada kohesi sosial, pembangunan dan ketahanan masyarakat. Melakukan promosi terhadap kontribusi wirausaha perempuan terhadap pembangunan daerah, serta Menemukan kondisi yang mendukung keterlibatan perempuan dalam hal di atas.
 
 
Menurut Kurniawan,  selaku kader NU  sekaligus simpatisan  KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), kelibatan kelompok perempuan dan masyarakat umum lainnya dalam program ini, diharapkan dapat merealisasikan konsep kampung damai. Sebuah konsep desa yang mengamalkan nilai pemberdayaan perempuan, kewirausahaaan dan kesetaraan.
 
 
Kegiatan ini tak selaras dengan visi UN Women Indonesia yang bekerja untuk mempromosikan kehidupan bersama yang damai melalui pemberdayaan masyarakat. Wahid Foundation sebagai wadah untuk memajukan visi kemanusiaan dari KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang memiliki visi memajukan pengembangan toleransi, keberagaman dalam masyarakat Indonesia, meningkatkan kesejahteraan masyarakat miskin, membangun demokrasi dan keadilan fundamental, dan memperluas nilai-nilai perdamaian dan non-kekerasan di Indonesia dan di seluruh dunia.
 
Reporter: DWI

Dipost Oleh Masdukil Makruf

test

Post Terkait