Kecamatan Gapura Sukses Serap Gabah Petani

Kecamatan Gapura Sukses Serap Gabah Petani

Satgas Serapan Gabah Petani (Sergap) dan Babinsa saat hendak mengangkut gabah ke Bulog. (foto: dwi)

madurapost.com. Komando Distrik Militer (Kodim) 0827/Sumenep dan Dinas Pertanian Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Sumenep melalui Bintara Pembina Desa (Babinsa) Ramil: 0827/16 Gapura dan UPT Pertanian Tanaman Pangan Perkebunan dan Hortikultura Kecamatan Gapura, sebagai satuan tugas serapan gabah (Satgas Sergap) Petani wilayah Kecamatan Gapura, melakukan pengiriman dan pengawalan terhadap penyerapan gabah petani tahap enam Perum Bulog Sub Divre Pamekasan.

“Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan beserta jajarannya sudah berkomitmen dalam mendukung program ketahanan pangan secara nasional, termasuk di antaranya program serapan gabah petani ke  Bulog,” kata UPT Pertanian Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Kecamatan Gapura Ahmad Farid Selasa (02/5)

Sementara Kepala UPT Pertanian Gapura, A Farid, mengatakan bahwa pelibatan TNI melalui Babinsa sebagai salah satu ujung tombak satuan tugas penyerapan gabah di Perum Bulog terbukti efektif.

Hal tersebut terbukti adanya perkembangan yang signifikan pada program pendampingan pertanian,  program penyerapan gabah oleh Bulog. "Dengan adanya pelibatan Babinsa bisa memenuhi target yang sudah disepakati oleh masing-masing Danramil dan UPT,” tuturnya.

Menurutnya, mulai awal sudah berkoordinasi dengan seluruh Penyuluh Pertanian Lapangan di jajaranya untuk mengajak kelompok tani dan pengusaha di seluruh wilayah Kecamatan Gapura untuk menyalurkan gabah atau berasnya kepada Bulog Subdivre Pamekasan

“Tata kelola Gabah dan beras dapat kita pantau dengan baik, termasuk angka produksi di Gapura sendiri maupun Kabupaten Sumenep, sehingga nantinya dapat kita kalkulasi dengan tepat berapa produksi padi dan serapan gabah ke Bulog,” ujarnya.

Seperti diketahui, masyarakat Sumenep memiliki kebiasaan menyimpan hasil panen untuk kebutuhan konsumsi sehari–hari dan hanya sebagian kecil saja yang dijual. Selain itu hasil panen petani Sumenep umumnya dibeli oleh pedagang dan tengkulak yang selanjutnya dipasarkan di sekitar Sumenep maupun wilayah lain, sehingga kebiasaan tersebut harus diubah untuk memperbaiki tata kelola menjadi jelas dan teratur guna mewujudkan swasembada pangan di Kabupaten Sumenep serta nasional.

Danramil 0827/16 Gapura Kapten Chb Ardi Sumarja menambahkan, Babinsa akan terus berkoordinasi dengan UPT Pertanian, PPL untuk mengoptimalkan serapan gabah. "Dengan demikian bisa mewujudkan program ketahanan pangan dan swasembada pangan yang dicanangkan pemerintah, terutama di Kabupaten Sumenep,” katanya.

Menurut salah satu Satgas Serapan Gabah Petani (Sergap) Dwi Nugroho, Koramil 0827/16 Gapura dan UPT Pertanian Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Kecamatan Gapura, berhasil melakukan negosiasi dengan Kelompok tani dan perseorangan untuk mengirim dan menjual gabah perdana sebanyak 50,5 ton kepada Bulog Subdivre Pamekasan, dari target bulan Maret-April sudah lebih 10,5 ton.

Sejauh ini, lanjut dia, pihak Babinsa tidak mengalami kesulitan untuk mengarahkan hasil panen petani baik gabah ke Bulog, namun hanya perlu dilakukan negoisasi harga dan harus teliti mengawasi mutu Gabah yang sesuai standard Bulog. (dwi)

Dipost Oleh Nur Muktiadi

Post Terkait

Tinggalkan Komentar