Kepala BKKBN Pamekasan : Tingkat Pernikahan Dini Di Pamekasan Masih Tinggi

Kepala BKKBN Pamekasan : Tingkat Pernikahan Dini Di Pamekasan Masih Tinggi

Ilustrasi - saat demo anti pernikahan dini

Suramadupost.com--Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) Kabupaten Pamekasan menyebutkan bahwa tingkat pernikahan dini di Pamekasan sangat tinggi. Padahal pemerintah setempat telah berupaya dengan beragam cara untuk menekan angka pernikahan dini, namun belum juga membuahkan hasil positif.

“Mereka yang melakukan pernikahan dini paling banyak masih duduk di bangku SMA atau sederajat,” terang Kepala BKKBN Pamekasan, Musyaffak dilansir dari mediamadura.com, Kamis (31/5).

Menurutnya, penyebab utama kasus pernikahan dini saat ini berbeda dengan dahulu. Jika dulu karena faktor kurangnya pendidikan dan kemiskinan, tetapi sekarang ini mayoritas disebabkan pergaulan bebas.

Musyaffak mengatakan pemicu terjadinya pergaulan bebas di kalangan usia dini tersebut melalui teknologi informasi yang saat ini sudah merambah hingga pelosok Kabupaten Pamekasan.

Lebih lanjut Musyaffak menyebutkan pengawasan dari orangtua terhadap anak yang menggunakan gawai sangat minim sehingga di usia pelajar yang tengah berkembang dan masih mencari jati diri serta mudah penasaran akan mudah mencari konten-konten negatif di internet seperti situs pornografi dan lain-lain.

“Kurangnya pengawasan dari kedua orang tua dan keluarga yang lain itu juga penyebabnya,” imbuhnya.

Padahal menurut Musyaffak, Undang-Undang baru Idealnya menikah bagi laki-laki minimal berumur 25 dan perempuan minimal berumur 21 tahun.

Dengan maraknya pernikahan dini ini pihak BKKBN sedang berupaya mendekati tokoh agama, tokoh masyarakat dan melakukan sosialisasi terhadap Pusat Informasi Konseling (PIK) yang bergerak di SMA, pesantren dan Masyarakat.

“Sosialisasi sudah saya lakukan terus menerus Semoga pernikahan dini diPamekasan menurun mas,” pungkasnya dia penuh harap. (Zubaidi/Ist)

 

Dipost Oleh Donay Leandro

Post Terkait

Tinggalkan Komentar