KPU Sampang Pastikan Warga Syiah Bisa Gunakan Hak Pilihnya

KPU Sampang Pastikan Warga Syiah Bisa Gunakan Hak Pilihnya

Divisi Data dan informasi, KPU Sampang, Addy Imansyah (foto: muhlis/koranmadura)

Suramadupost.com – Divisi Data dan informasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sampang, Addy Imansyah, menegaskan bahwa pihaknya tidak menghilangkan hak pilih warga Syiah asal Sampang yang kini berada di Jemundo, Sidoarjo.

Pernyataan tersebut sebagai bentuk jawaban dari kabar yang menyebutkan jika warga Syiah asal Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur tidak bisa menyalurkan hak pilihnya secara utuh padaPemilu 2019 mendatang.

Seperti diberitakan sebelumnya, sebanyak 224 warga Syiah asal Sampang yang mengungsi di Rusunawa Jemundo, Sidorjo, tidak lagi utuh menerima sebanyak lima surat suara seperti pemilih pada umumnya.

Addy Imansyah memastikan warga Syiah Sampang yang sudah melakukan pindah pilih ke wilayah Sidoarjo tetap mempunyai hak konstitusional untuk memilih. Hanya saja dibatasi (tidak mutlak).

“Hak pilih warga Syiah tetap ada, cuma karena sekarang sudah pindah domisili meski kepindahannya tidak diinginkan, hak pilihnya dibatasi pada surat suara Pilpres dan DPD RI. Pembatasan itu juga diperkenankan dalam UUD 1945 sesuai perundang-undangan dan norma masyarakat. UUD 1945 tidak bisa ditafsirkan secara parsial, tapi harus secara sistematis. Artinya KPU Sampang tidak bisa memberikan surat suara full lima kepada warga Syiah karena dibatasi oleh UUD, jadi bukan kami yang membatasinya,” jelasnya dikutip dri koranmadura.com, Kamis (21/3).

Menurutnya, pada Pemilu yang akan digelar 17 April mendatang, tidak lagi ada Tempat Pemungutan Suara (TPS) khusus, melainkan hanya ada mekanisme pindah pilih (DPTb) yang daerah kepindahannya berada di luar Dapil XI dan XIV.

“Sehingga untuk memastikan warga kami tetap punya hak pilih, kami berkoordinasikan dengan KPU Sidoarjo. Sesuai aturan yang ada warga kami hanya mendapat dua surat suara yakni Pilpres dan DPD RI. Jadi, sekali lagi, tidak benar jika KPU Sampang merampas hak kontitusi warga Syiah di Jemundo dan melanggar konstitusi,” tegasnya.

Untuk diketahui, ratusan warga Syiah asal Sampang yang masuk dalam dalam daftar pemilih tersebut terbagi dalam dua bagian yaitu sebanyak 102 pemilih asal Desa Karang Gayam, Kecamatan Omben dan 122 pemilih Asal Desa Blu’uran, Kecamatan Karang Penang, Kabupaten Sampang.

 

 

Dipost Oleh Donay Leandro

Post Terkait

Tinggalkan Komentar