Lakukan Pembunuhan Berencana, Terdakwa Idris Dijatuhkan Hukuman Seumur Hidup

Lakukan Pembunuhan Berencana, Terdakwa Idris Dijatuhkan Hukuman Seumur Hidup

Terdakwa Idris saat mengikuti sidang terakhir kasus pembunuhan berencana di pengadilan Sampang (koranmadura)

Suramadupost.com --- Majelis hakim Pengadilan Negeri Sampang, Madura, Jawa Timur, akhirnya menjatuhkan vonis seumur hidup kepada Idris, terdakwa kasus pembunuhan berencana menggunakan senjata api yang menewaskan Subaidi warga Kecamatan Sokobanah, Kabupaten Sampang.

Hakim menyebut terdakwa terbukti melanggar Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dan Pasal 1 Ayat (1) Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 dengan ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup.

Terdakwa Idris bin Misnadin yang masih berusia 32 tahun itu mengaku masih pikir-pikir setelah hakim mengetuk palu putusan.

“Menyatakan terdakwa secara sah dan meyakinkan terbukti melakukan tindak pidana pembunuhan berencana dan tanpa hak memiliki senjata api dan amunisi, menjatuhkan hukuman seumur hidup,” kata Ketua Majelis Hakim Budi Setyawan didampingi hakim I Gde Perwata dan Afrizal, Selasa (2/4/2019) pukul 10.00 WIB.

Vonis yang diputuskan hakim tersebut setara dengan tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) Kejaksaan Negeri Sampang.

Penasehat hukum terdakwa, Arman Syahputra mengatakan atas putusan hakim tersebut Idris masih pikir-pikir. “Kita punya waktu selama 7 hari, terdakwa masih pikir-pikir dengan pihak keluarganya, hal yang menjadi keberatan adalah eksepsi terdakwa tidak dipertimbangkan oleh hakim,” singkat Arman.

Perbuatan Idris warga Desa Tamberu Laok, Kecamatan Sokobanah, itu terjadi pada Rabu 21 November 2018 lalu di Jalan Desa Sokobanah Tengah.

Tersangka membunuh Subaidi karena sebelumnya sempat cekcok dengan korban melalui media sosial facebook.

Pembunuhan dengan cara penembakan ini menjadi perhatian nasional. Sebab, korban selama ini diketahui berprofesi sebagai tukang gigi dan panitia penyelenggara pemilu.

Dalam aksinya, tersangka berpura-pura ingin menggunakan jasa korban dengan menelpon akan memasang gigi. Korban diarahkan oleh tersangka untuk melintasi di tempat eksekusi yang telah direncanakan.

Ditengah perjalanan, tersangka menembak korban dengan sebuah senjata api jenis Barreta. Pistol buatan Italia itulah membuat satu peluru bersarang di dada hingga tembus ke perut korban.

Subaidi saat terkapar di lokasi kejadian sempat mendapatkan perawatan medis. Namun nyawanya tidak berhasil diselamatkan.

Kini, Idris sebagai pelaku pembunuhan berencana mempertanggung jawab perbuatannya sampai seumur hidup dibalik dinginnya jeruji tahanan Rutan Kelas IIB Sampang. (Ryan/Ist)

Sumber: mediamadura.com

 

Dipost Oleh Donay Leandro

Post Terkait

Tinggalkan Komentar