LSM dan Awak Media Rawan Diadu Domba

LSM dan Awak Media Rawan Diadu Domba

Diskusi santai beberapa LSM dan awak media.

SAMPANG - Ketua Lembaga Madura Development Watch (MDW) Mahrus Alie, memaparkan pandangannya tentang sekelumit problematika dan hingga saat ini semakin santer mengemuka di tataran publik, telah terjadi berbagai perbedaan pandangan yang semakin tajam diantara beberapa elemen Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan Media. Menurut dia, perbedaan pandangan tersebut bisa saja disebabkan karena lemahnya komunikasi sehingga membuka ruang bagi pihak berkepentingan untuk membenturkan.

"Isu yang saya tangkap di luaran sampai saat ini, teman-teman LSM maupun Media sudah terjadi pertentangan visi masing-masing, dan ini berpotensi untuk diadu domba oleh pihak yang punya kepentingan khusus," katanya saat memberi kata sambutan dalam acara santai dan silaturrahmi antar lembaga di Kantor LSM MDW, Jalan Nuri, Sampang Madura pada Kamis siang (14/09).

Itu yang menurut Ketua LSM MDW membuat kondisi ini semakin hari kian menghawatirkan, apalagi Sampang ini akan menghadapi momentum Pilkada yang sebentar lagi akan di gelar.

Dari inilah Mahrus Alie mencoba untuk mewadahi serta membicarakan bersama agar dapat menemukan solusi terbaik, dengan mengundang berbagai elemen dalam kemasan acara silaturrahmi sambil lalu makan-makan bersama secara santai.

"Saya coba undang beberapa kawan-kawan LSM dan Media untuk tetap menguatkan tali silaturrahmi serta lebih mengedepankan musyawarah dalam segala hal, tidak ada niatan politis dan tidak ada niatan lain-lain," jelasnya.

Dia menengarai bahwa situasi yang membuat di beberapa LSM dan Media sempat terjadi gesekan bukan dibuat oleh LSM atau Media itu sendiri, melainkan juga karena upaya picik dari pihak berkepentingan yang bermain disitu.

"Saya kira, gesekan di antara kita ini memang sengaja diciptakan dan merupakan bagian dari strategi mereka para pemangku kebijakan untuk memecah belah kesolidan teman-teman LSM dan Media, ditambah lagi wacana yang beredar luas di masyarakat bahwa LSM dan Media ini citranya sangat buruk dan hal harus kita lawan," ujarnya dengan tegas.

Menyikapi hal tersebut, Fungsionaris Lembaga Partisipasi Percepatan Pembangunan Daerah (LP3D) Moh Hasyim Asyari mengatakan bahwa orientasi hidup harus secara bersama meskipun dalam gerakannya berbeda-beda dengan tujuan membangun Sampang, sehingga memang dibutuhkan kesepahaman bersama.

"Persoalan Sampang sangat kompleks, jangan hanya karena miss communication antara elemen masyarakat dan pemangku kebijakan hingga membuat tujuan kita kadang tidak jelas arahnya, yang memang perlu untuk dibangun bersama kita pun harus duduk bersama, tidak mau duduk bersama juga tidak apa-apa," tegas Hasyim yang juga mantan aktivis PMII ini.

Sementara di kesempatan yang sama, wartawan dari salah satu media mengharapkan agar tidak mudah terpancing isu dan upaya by design dari beberapa SKPD untuk mengadu domba dan membenturkan antar sesama LSM dan media. (yan)

Dipost Oleh Nur Muktiadi

Post Terkait

Tinggalkan Komentar