Pemkab Sampang Salurkan 20 Ekor Sapi dan 85 Kambing

Pemkab Sampang Salurkan 20 Ekor Sapi dan 85 Kambing

SAMPANG - Tiap tahun jelang Hari Raya Idul Adha, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang melalui Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Sampang, secara rutin selalu menyalurkan hewan qurban.

Tahun ini fokus pendistribusian tertuju pada beberapa lembaga masyarakat, masjid dan yayasan di 14 kecamatan se-kabupaten yang disebar secara acak, baik itu atas usulan dari bawah maupun petunjuk Bupati langsung.

“Pendistribusiannya berdasarkan usulan dari bawah yang masuk ke kita (Red;Dinsos) serta sebagian lainya atas permintaan Bupati,” kata Insriyani Krisnawati, Kabid Pemberdayaan Sosial Dinsos Kabupaten Sampang saat ditemui kamis (31/08) di ruang kerja kantornya.

Ada 2 jenis hewan qurban yang disalurkan, diantaranya sapi sebanyak 20 ekor serta kambing sebanyak 85 ekor. Adapun pagu anggaran yang disiapkan dalam pos anggaran Dana Alokasi Umum (DAU) sebesar Rp 525 juta, dan bisa terserap setelah melalui proses tender dalam bentuk Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kabupaten Sampang.

“Setelah proses lelang dilakukan, anggaran untuk pengadaan hewan qurban ini bisa dihemat sekitar 15% menjadi Rp 441 juta. Selama 3 hari, mulai kemaren langsung disalurkan ke semua penerima sesuai dengan list yang sudah masuk,” papar Titik sapaan akrab Insriyani Krisnawati itu menerangkan.

Dia juga menambahkan bahwa kegiatan pengadaan hewan qurban tersebut keluar sebagai pemenang tender adalah CV. Durian Bangkit Mandiri, beralamat di Jalan Durian Kelurahan Gunung Sekar, Sampang Madura. Untuk selanjutnya proses pengadaan tersebut sepenuhnya dipasrahkan kepada CV pemenang tender sesuai dengan mekanisme dan prosedur yang telah diatur dalam kontrak.

Disaat yang sama, Direktur CV. Durian Bangkit Mandiri, Murti selaku pemenang tender memaparkan pihaknya sudah melakukan sejak 10 hari yang lalu pasca kontrak ditanda tangani dalam hal pengadaan hewan qurban sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan.

“Spek untuk kambing dan sapi yang ditentukan diantaranya : tidak cacat, tidak buta, tidak berpenyakit, jenis jantan dan usianya minimal 18 bulan serta harus melalui cek kesehatan, apakah layak konsumsi atau tidak,” jelas wanita paruh baya ini.

Murti juga mengimbuhi penjelasannya, upaya pengadaan yang dilakukannya, dia membeli di daerah Pamekasan dan Sumenep dengan kisaran harga relatif lebih rendah dibanding harga sapi dan kambing di daerah Sampang.

“Selisih harganya masih jauh Mas, jadi kita memutuskan untuk cari di Pamekasan dan Sumenep, lumayan harganya lebih murah daripada di Sampang,” ungkapnya. (yan)

Dipost Oleh Nur Muktiadi

Post Terkait

Tinggalkan Komentar