Produksi Penangkapan Ikan Di Sampang Alami Penurunan

Produksi Penangkapan Ikan Di Sampang Alami Penurunan

Produksi penangkapan ikan di Sampang menurun (ilustrasi)

Suramadupost.com – Produksi tangkapan ikan laut di wilayah Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur pada tahun 2018 ini dinilai menurun. Demikian hal tersebut diungkapkan oleh Dinas Perikanan Kabupaten Sampang.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Sampang. Eny Muharjani melalui Kasi Sarana dan Kenelayanan Cholilurrahman, mengatakan produksi tangkapan ikan laut menurun selama semester II 2018. Pada periode tersebut, hasil tangkapan laut mencapai 2.545.200 kilogram.

“Dibandingkan semester I 2018 produksi tangkapan laut mencapai 2.737.783 kilogram, jadi semakin menurun sekitar 7 persen,” kata Cholilurrahman dilansir dari mediamadura.com, Jumat (12/10).

Cholil menilai turunnya produksi tangkapan laut akibat musim kemarau panjang. Hal ini mempengaruhi terhadap ruaya ikan. Untuk jenis tangkapan ikan laut meliputi, tongkol, tuna, cakalang, tengiri, kerapu, udang, kerang, kepiting, cumi-cumi, teripang, dan lainnya.

Berdasarkan data Dinas Perikanan, produksi tangkapan ikan setiap periode mengalamai fluktuasi. Pada tahun 2017 misalnya, semester I hasil tangkapan laut mencapai 2.057.500 kg, dan semester II mencapai 1.996.200 kg. Kemudian, semester III produksinya mencapai 2.457.100 kg, dan terakhir semester IV mencapai 1.598.200 kg.

Cholil menyampaikan, pertumbuhan produksi tangkapan laut ini guna mendorong Produksi Domestik Regional Bruto (PDRB) sektor perikanan terhadap kabupaten. Targetnya sesuai yang ditentukan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bapelitbangda) Sampang berkisaran sekitar 8 persen.

“Peningkatan produksi tangkapan laut ini diwajibkan bisa menjadi sumbangan PDRB sektor perikanan,” terangnya.

Ia menjelaskan, jumlah nelayan di Kabupaten Sampang ada 15.597 orang. Selama ini hasil tangkapan ikan para nelayan kebanyakan dijual langsung melalui pengepul. Seperti di wilayah Kecamatan Pangarengan, Kecamatan Camplong, Desa Aeng Sareh Kota Sampang, Kecamatan Ketapang, Kecamatan Sokobanah, dan Kecamatan Banyuates.

“Banyak nelayan dijual langsung ke pengepul karena jarak antara rumah nelayan dengan pengepul berdekatan, tapi kadang ada nelayan langsung dijual sendiri dengan membuka lapak karena melibatkan istrinya seperti nelayan asal Tanjung,” tandasnya.  

sumber: mediamadura.com

 

Dipost Oleh Donay Leandro

Post Terkait

Tinggalkan Komentar