VisiDataPrima: Popularitas Ra Mamak Tertinggi

VisiDataPrima: Popularitas Ra Mamak Tertinggi

PAPARAN - Peneliti VisiDataPrima Consulting tengah memaparkan hasil survey kepada para wartawan.

SAMPANG - Peneliti VisiDataPrima Consulting Romadhoni mengungkapkan beberapa data hasil survey di Kabupaten Sampang, diantaranya terkait pengetahuan masyarakat tentang Pilkada yang tak lebih dari enam bulan lagi akan digelar. Menurut dia, dari beberapa bakal calon Bupati yang akan bertarung di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Sampang tahun 2018 mendatang tersebut masing-masing mempunyai tingkat popularitas yang berbeda-beda.

"Suara responden di wilayah sampling yang terpilih dan mewakili kami wawancarai langsung dengan menggunakan kuesioner, sejauh mana mereka (red;responden) mengenal tokoh-tokoh yang akan maju sebagai bakal calon Bupati Sampang," katanya saat menjadi pembicara dalam "pers conference" hasil survey di Rumah Makan Lumintu, Jalan Syamsul Arifin Kota Sampang Jawa Timur, yang berlangsung pada Minggu siang (24/09).

Dia memaparkan data survey mengenai popularitas para bakal calon, disebutkan bahwa 55,4 persen responden menyatakan mengenal KH. Muhammad Bin Muafi (Ra Mamak), 41,4 persen mengenal Hermanto Subaidi dan 38,3 persen mengenal Ir HM Matorurrozaq Ismail (Torul).

Sedangkan 34,8 persen mengenal H. Slamet Junaidi (H. Idi), 29,3 persen mengenal H. Hisan, 27,1 persen mengenal Hodai, 25,3 persen mengenal Heri Purnomo, 24,1 mengenal Moh. Hasan Jailani (Tretan Mamak), 22,8 persen mengenal Abdullah Mansyur (Ra Dullo), 19,9 mengenal Haryono AB, 18,6 persen mengenal Ashari dan terakhir 15,8 persen responden mengenal Aulia Rahman.

"Pada dasarnya, secara umum masyarakat sudah mengenal semua calon-calon yang akan maju jadi Bupati dan Wakil Bupati Sampang pada Pilkada 2018 mendatang," jelas pria yang akrab dipanggil Dhoni ini.

Survey yang dilakukan oleh  VisiDataPrima Consulting ini sejak 16 – 23 Agustus 2017 di 186 Desa/Kelurahan yang tersebar di 14 Kecamatan se-Kabupaten Sampang ini menggunakan metodologi "Multistage Random Sampling" pada sejumlah 440 responden sebagai sampel dan tingkat margin of error nya sebesar 4,7 persen. Adapun populasi responden adalah penduduk Sampang yang telah menikah atau minimal telah berusia 17 tahun keatas dengan pendekatan teknik wawancara tatap muka menggunakan kuesioner.

Dhoni juga mengungkapkan, faktor yang menjadi penentu pilihan di level desa yang paling mempengaruhi di setiap momentum pemilu tetap didominasi tertinggi dari kalangan Kiai yang mencapai 39, 9 persen, disusul tertinggi kedua 36,9 persen dari kalangan Kepala Desa dan kalangan tokoh masyarakat diposisi tertinggi ketiga sekitar 23,2 persen.

Dari pemaparan hasil survei yang dipublis dalam pers conference tersebut bisa ditarik 3 kesimpulan, (1) Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Sampang 2018 dimungkinkan akan diikuti minimal 3 kadidat dan maksimal 4 kandidat pasangan calon, (2) Tingkat kerawanan keamanan sangat tinggi khususnya di proses penghitungan suara, (3) Parpol masih berperan besar dalam penentuan rekomendasi pada salah satu bakal calon.

"KPU Sampang untuk hal ini harus lebih berhati-hati dalam menjalankan tugasnya, baik mengenai mekanisme ataupun tahapan-tahapan yang akan dilakukannya," pesan Dhoni.

Terkait dinamika politik jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Sampang 2018, Dhoni juga mengharap kepada semua partai politik yang merupakan representasi masyarakat agar tidak salah dalam menjatuhkan rekomendasi kepada salah satu kandidat yang akan diusungnya, karena pastinya akan mempunyai efek linear terhadap hasil perolehan suara partai pada pemilu legislatif 2019 yang akan datang.

"Apabila partai tetap konsisten dengan menghadirkan figur terbaik dan sesuai dengan harapan masyarakat, disitu pula kepercayaan masyarakat kepada partai politik tetap tinggi," tuturnya.(yan)

Dipost Oleh Nur Muktiadi

Post Terkait

Tinggalkan Komentar